Ekosistem Hutan Jawa Mendesak Dikembalikan

Yogyakarta (ANTARA News) – Ekosistem hutan di Pulau Jawa mendesak dikembalikan karena jika tidak bencana banjir yang terjadi di beberapa kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada awal 2008 akan terulang dan meluas.

Hal itu diungkapkan Ketua DPR Agung Laksono dalam dialog dengan masyarakat pengelola hutan rakyat di Gumuk Ponteng, Desa Hargobinangun, Kaliurang, Sleman Yogyakarta, Minggu.

Dialog diselenggarakan di tengah hutan rakyat yang ditumbuhi pepohonan yang rindang. Hutan rakyat yang berada di lereng Gunung Merapi ini semula adalah ladang masyarakat yang digarap untuk menanam palawija dan sayuran, singkong atau jagung.

Masyarakat menjadikannya sebagai hutan rakyat karena tak tahan terhadap serangan babi hutan.

Agung bersama sejumlah fungsionaris Partai Golkar, PAN dan PPP kemudian memberikan imbalan berupa uang kepada para penanam pepohonan di hutan rakyat itu supaya tidak ditebang untuk waktu minimal dalam 10 tahun yang akan datang.

Hutan rakyat akan sangat penting untuk menyangga air hujan sehingga air hujan tidak langsung menggerus lapisan tanah yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Menurut Agung, keberadaan hutan rakyat harus dikembangkan di Pulau Jawa.

Agung mengemukakan, kerusakan hutan di Pulau Jawa menjadi salah penyebab utama musibah banjir. Disamping itu, penggunaan tata ruang di sekitar daerah aliran sungai (DAS) yang tidak tepat juga mengakibatkan terjadinya banjir.

Karena itu, hutan Pulau Jawa harus dikembalikan. Agung menyatakan bangga di Kawasan Kaliurang Yogyakarta telah tumbuh hutan rakyat yang dijaga baik. Masyarakat sekitar menyadari pentingnya hutan ini.

“Diharapkan hutan rakyat ini menjadi percontohan bagi masyarakat lainnya,” katanya.

Tanpa ada upaya mengembalikan hutan, maka banjir di Pulau Jawa akan meluas di masa mendatang. Bahkan daerah yang semula tidak banjir dikhawatirkan akan terkena banjir.

Anggota DPR dari daerah pemilihan Yogyakarta Joyokusumo mengemukakan, keberadaan hutan rakyat di Kaliurang sangat penting untuk menahan atau menyangga air hujan. Dengan demikian Yogyakarta relatif aman dari banjir.

Di musim kemarau, keberadan hutan rakyat akan semakin penting karena menjadi sumber air bagi sungai atau sumber air yang penting bagi masyarakay Yogyakarta.( *)

Copyright © 2008 ANTARA

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *