Makassar 24 Juni

Yth:

terima kasih, engkau telah menyempatkan berkunjung ke ruang

batinku. Sesaat sebelum berangkat[1]. Istirahatlah di dalam, di luar

peradaban hanya akan merebut seluruh jiwa dan ragamu, membuatmu

lelah menempuhnya. di cakrawala seorang rembulan pun tampak

sudah sangat tua, letih menampung malam seorang dirimu sudah sejak

hari yang pertama. apaapa yang tertera di langit dan apaapa yang

terjadi di bumi akan kugubah menjadi sajak cinta. semoga berkenan

membacanya.

 

sebab engkau menjadi tamuku yang terakhir, siapapun engkau. izinkan

aku mengajak dan memilihmu sebagai sahabat sejalan. negeri impian

dan cita-citaku teramat jauh. kakiku tak akan sanggup merengkuhnya

aku butuh teman yang sanggup membebaskan diriku dari rasa asing

sepi, letih dan seterusnya. apakah engkau tidak pernah tahu bahwa rasa

sepi itu sangat jahat

 

tapi sepi memang abadi tamu manusia yang tak pernah diundang

sekali lagi, terima kasih, siapapun engkau, aku cinta padamu.

 

 

[1] Dikutip dari judul sajak Sapardi Djoko Damono

catatan: Judul asli puisi ini adalah 8 November 1998 karya Marhalim Zaini. Dia mengijinkan siapapun untuk mengubah judulnya asalkan namanya dicantumkan. Kami bertemu di sebuah pertemuan mahasiswa Fakultas Sastra se Indonesia pada tahun 2000 dan ia memberikan puisi ini.

Marhalim Zaini. Lahir di Teluk Pambang Bengkalis Riau, 15 Januari 1976. Alumnus Jurusan Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta .

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *