screen shoot tiket traveloka

Surat Cinta Yang Telat #7: Terbang Menujumu..

#Dearkamu..

“Seandainya jarak tiada berarti. Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja”

Pernahkah kamu berharap tentang jarak, seperti yang Raisa rasakan dalam salah satu lagunya?

#Dearkamu

Kita mungkin tak begitu menaruh perhatian pada lirik lagu Raisa yang berjudul LDR itu. Pun, pada lagu – lagu lain yang gadis cantik itu nyanyikan saat konser itu. Kita hanya tertawa, tepatnya saling menertawai, saat kita berdua mencoba menebak judul – judul lagu dari liriknya. Pada akhirnya kita mengakui kalau tak satu pun lagu Raisa yang kita tahu saat itu. Bukankah kita datang hanya agar kita punya moment nonton konser berdua?

Tak terasa dua tahun sudah berlalu dari konser itu. Waktu cepat bergulir dan konser itu menandai momen kebersamaan kita tanpa ada jarak yang mengantarai. Setelah itu, kita harus berdamai dengan jarak. Dua tahun, waktu yang terasa lama bagi saya untuk bisa mengakrabi lirik lagu LDR Raisa itu.

Kartu Pos Kawasan Kota Tua Jakarta (foto: istimewa)
Kartu Pos Kawasan Kota Tua Jakarta (foto: istimewa)

#Dearkamu

Setahun lalu, (atau dua tahun lalu?), kau mengirimiku sebuah hadiah ulang tahun. Sebuah kado yang tentu saja sangat berkesan. “Kado ini saya beli saat saya mengunjungi Kota Tua Jakarta” katamu via telepon yang mendamaikan jarak kita. Cerita tentang Kota Tua Jakarta mengalir dengan manis dari bibirmu melintasi jarak.

Bayangan bagaimana rupamu saat bercerita terus membuat saya tersenyum saat mengingatnya. Juga tentang cerita Kota Tua Jakarta membuat penasaran dan ingin menjelajahinya bersamamu, Iffa Insani, tepat di hari ulang tahunku nanti.

Saya sudah menyusun rencana – rencana bagaimana melewatkan hari ulang tahun itu bersamamu di Kota Tua Jakarta. Di kawasan yang dulunya dikenal sebagai Oud Batavia ini kita bisa menjelajahi waktu di Museum Fatahillah. Kartu pos, bergambar museum yang pernah jadi kantor gubernur Hindia Belanda, yang kau selipkan di bingkisan itu membuatku penasaran untuk mencari tahu sejarah kota Jakarta melalui museum ini.

Tentu kita tak akan melewatkan berfoto bersama di depan Toko Merah, bangunan yang dulunya pernah menjadi gudang dan tempat penyiksaan ini. Bagian depan bangunan yang berwarna merah bata ini, konon, adalah lokasi wajib untuk berfoto bareng pasangan.

#Dearkamu

Tahukah kamu, kalau Menara Syahbandar pernah menjadi titik kilometer nol kota Jakarta? Kita harus menyempatkan naik ke lantai paling atas menara ini untuk menyaksikan pemandangan pelabuhan Sunda Kelapa sesaat sebelum matahari terbenam.

Tentu kamu tahu, sebagai pecinta semburat cahaya senja saya tak akan melewatkan momen ini. Juga, berfoto berdua dengan latar kapal – kapal nelayan sepertinya bisa mengabadikan kenangan kita nantinya.

Untuk makan malam, saya serahkan pilihannya padamu. Saya percaya, kamu bisa memilihkan kafe atau restauran bagi perut dan lidah saya yang terkadang rewel untuk makanan. Di kafe atau restaurant ini, kita bisa melewatkan malam dengan bercerita apa saja. Saya siap menyediakan dua telinga untuk mendengarkan kisahmu tentang Jakarta, kuliah dan kerjaanmu. Melihat dan mendengarmu bercerita adalah salah satu momen yang paling saya nikmati dalam hidup ini.

#Dearkamu

Tiket menuju kotamu sudah terpesan, rute Makassar ke Jakarta PP dengan memilih penerbangan yang aman dan tidak akan membuatmu cemas.  Maskapai ini menyediakan tiket murah namun tepat waktu, jadi kamu tak perlu lama menunggu di bandara jika mau menjemputku. Selain itu, warna kesukaanku juga menjadi warna khas maskapai ini. Yup, kamu pasti bisa menebak dengan benar. Saya memilih Citilink untuk menerbangkanku padamu.

Ini bukti screenshot pemesanan tiket UPG – CGK via Traveloka App

screen shoot tiket traveloka
screen shoot tiket traveloka

Kamu juga tak perlu mengkhawatirkan dimana saya akan bermalam. Saya sudah memesan Ibis Jakarta Mangga Dua yang tak terlalu jauh dari Kawasan Kota Tua agar kita bisa punya banyak waktu berdua nanti. Jangan khawatir, harganya terjangkau kok. Saya selalu ingat pesanmu untuk selalu berhemat demi masa depan kita nanti.

Ini bukti screenshot pemesanan kamar hotel via Traveloka App

screen shoot pemesanan hotel
screen shoot pemesanan hotel

Oh iya, pemesanan tiket pesawat dan hotel saya lakukan via Traveloka App. Tampilannya eye catchy, minimalis dan sederhana sehingga mudah dimengerti. Kamu tahu kan, saya suka segala hal sederhana termasuk kesederhanaanmu yang memikatku hehehe.

Traveloka App ini rekomended pokoknya, proses cari tiketnya gampang banget. Saat memilih hotel pun sangat mudah, saya tinggal mengetikkan kata kunci museum untuk mencari hotel yang tak jauh dari Kawasan Kota Tua. Soal harga, ternyata harga di Traveloka App ini lebih murah dibanding memesan via situsnya. Plus, ada notifikasi saat ada promo tiket atau hotel. Ini tentu sangat membantu orang – orang seperti kita yang selalu mencari harga lebih murah.

#Dearkamu..

Rasanya tak sabar menunggu saat – saat aku terbang ke kotamu. Saat – saat jarak tiada lagi berarti. Tunggulah aku di Kota Tua Jakarta.

Related Posts

2 Replies to “Surat Cinta Yang Telat #7: Terbang Menujumu..”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *